BREAKING NEWS


Simon Toloa Tolak Aksi Afrida Ngato yang Mengatasnamakan Masyarakat Adat Pagu

Halmahera Utara, sibermalut.com – Pimpinan Sangaji Pagu, Simon Toloa, menyatakan penolakan tegas terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan Afrida Ngato di wilayah lingkar tambang. Simon menilai, aksi tersebut tidak dapat mengatasnamakan masyarakat adat Pagu tanpa adanya konsultasi dan persetujuan dari pemangku adat yang bersangkutan.(15/10/2026) 

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Simon menyikapi dinamika sosial yang berkembang di wilayah lingkar tambang, khususnya setelah Afrida Ngato menyebut dirinya sebagai Tubol Malamok atau kepala suku Isam Pagu.

Selaku Sangaji Pagu, Simon menegaskan bahwa pihaknya menolak penggunaan nama masyarakat adat Pagu dalam aksi yang tidak melalui mekanisme komunikasi dan musyawarah bersama pemangku adat.

Menurut Simon, terdapat sejumlah hal yang perlu ditegaskan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat adat.

Pertama, Simon menolak aksi yang dilakukan Afrida Ngato dengan mengatasnamakan masyarakat adat Pagu. Ia beralasan, Afrida bukan merupakan Sangaji atau kepala suku Pagu yang diakui oleh pihaknya.

Kedua, Simon menilai kegiatan atau aksi yang mengatasnamakan masyarakat adat empat suku tidak seharusnya dilakukan tanpa konsultasi dengan masyarakat adat maupun pemangku adat dari empat suku tersebut.

“Sejauh ini, hal tersebut tidak pernah dikonsultasikan dengan masyarakat adat maupun pemangku adat empat suku,” tegas Simon dalam pernyataan sikapnya.

Ketiga, Simon menyatakan bahwa menurut pihaknya, hingga saat ini hanya ada satu Sangaji yang sah di wilayah hukum adat Pagu, yakni dirinya sendiri. Karena itu, ia mempersoalkan apabila ada pihak lain yang menyebut dirinya sebagai Sangaji atau kepala suku Pagu.

Keempat, Simon meminta aparat keamanan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi potensi dampak aksi terhadap masyarakat adat yang tidak mengetahui persoalan tersebut.

Ia berharap, dinamika yang terjadi tidak memicu konflik sosial maupun menyeret masyarakat adat yang tidak terlibat dalam persoalan Afrida Ngato.

Simon juga menekankan pentingnya menghormati mekanisme adat dan melibatkan pemangku adat dalam setiap kegiatan yang membawa nama masyarakat adat, sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di wilayah lingkar tambang.

Pernyataan tersebut menjadi sikap Simon Toloa dalam merespons aksi Afrida Ngato. Hingga berita ini di publis tim media belum berhasil mengkonfirmasi ke Afrida Ngato. (Red) 
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT