Sangaji Pagu dan Pemuda Tahane Turun Pantau Rencana Aksi di Desa Beringin
Font Terkecil
Font Terbesar
Halmahera Utara, sibermalut.com – Sangaji Pagu bersama sejumlah pemuda Desa Tahane turun langsung ke lokasi rencana aksi di Desa Beringin untuk memantau kelompok yang berencana menyampaikan aspirasi.
Koordinator Sangaji Pagu, Simon Toloa, mengatakan kehadiran mereka bertujuan memastikan agar kelompok yang mengatasnamakan Gempur tidak membawa nama Suku Sangaji Pagu dalam aksi tersebut.(12/10/2026).
Menurut Simon, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap kelompok masyarakat. Namun, ia menegaskan agar aspirasi tersebut disampaikan tanpa mengatasnamakan suku yang dipimpinnya.
“Kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan saja. Tetapi, jangan membawa nama Suku Sangaji Pagu. Kami datang untuk memantau dan memastikan hal itu,” ujar Simon Toloa.
Ia menegaskan, Sangaji Pagu tetap mendukung aktivitas operasional perusahaan tambang emas NHM karena perusahaan tersebut dinilai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi di wilayah lingkar tambang.
Simon juga menyatakan bahwa pihaknya bersama pengurus Sangaji Pagu memiliki tanggung jawab untuk menjaga situasi tetap kondusif di wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah adat Sangaji Pagu.
“Kami tidak ingin perusahaan NHM diganggu, apalagi sampai membawa nama Suku Sangaji Pagu. Kami tetap mendukung aktivitas perusahaan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Simon menyebut wilayah dari Malifut hingga Kao Teluk sebagai wilayah Sangaji Pagu. Ia juga menyinggung legalitas organisasi yang dimiliki pihaknya sebagai dasar dalam menyampaikan sikap terkait wilayah tersebut.
Simon menambahkan, dukungan terhadap NHM bukan didasarkan pada kepentingan atau manfaat pribadi, melainkan karena keberadaan perusahaan dianggap berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.
“Kami mendukung perusahaan bukan karena ada asas manfaat pribadi, tetapi karena ini menyangkut kepentingan dan kehidupan masyarakat banyak,” pungkasnya. (dic)



