Pengurus Suku Pagu Menolak Yunus Gece Jadi Plt Sangaji Pagu, Ancam Putus Hubungan Dengan Kesultanan Ternate
Font Terkecil
Font Terbesar
Halmahera Utara, sibermalut.com – Penunjukan Yunus Gece sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sangaji Pagu oleh Kesultanan Ternate menuai keberatan dari sejumlah pengurus Suku Pagu. Mereka mengaku tidak mengetahui proses penunjukan tersebut dan merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Kapita Suku Pagu, Jefta Mutji, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui siapa saja perwakilan yang menghadap Sultan Ternate hingga berujung pada penunjukan Yunus Gece sebagai Plt Sangaji Pagu.(16/10/2026).
Menurut Jefta, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan di internal Suku Pagu karena pengurus mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Selain mempersoalkan mekanisme penunjukan, Jefta juga menegaskan bahwa seseorang yang hendak menduduki jabatan Sangaji Pagu harus memiliki garis keturunan Sangaji.
Ia mempertanyakan kelayakan Yunus Gece untuk menduduki jabatan tersebut karena, menurut Jefta, Yunus tidak memiliki garis keturunan Sangaji.
“Orang yang bisa menjadi Sangaji harus memiliki garis keturunan Sangaji. Karena itu, kami mempertanyakan dasar penunjukan Yunus Gece untuk menggantikan Simon Toloa,” tegas Jefta.
Jefta juga meminta Yunus Gece menjelaskan alasan di balik keinginannya menduduki jabatan Sangaji Pagu. Ia mengaku khawatir apabila proses pergantian pimpinan adat tersebut dilatarbelakangi kepentingan pribadi.
Di sisi lain, pengurus Suku Pagu mengklaim Yunus Gece sebelumnya telah diberhentikan dari lingkungan Suku Pagu karena dugaan pelanggaran berat. Namun, klaim tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Jefta kemudian meminta Sultan Ternate mempertimbangkan kembali penunjukan tersebut dengan mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta penghormatan terhadap mekanisme adat yang berlaku di lingkungan Suku Pagu.
Ia bahkan menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil sikap tegas apabila keberatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Sultan Ternate.
“Jika permintaan ini tidak diindahkan oleh Sultan, kami Suku Pagu akan mengambil sikap untuk keluar dari struktur Kesultanan Ternate dan tidak mau terlibat lagi. Kami akan berdiri sendiri,” tegasnya.
Menurut Jefta, keputusan yang diambil tanpa melibatkan pihak-pihak terkait berpotensi memicu konflik internal dan memperpanjang polemik di lingkungan lembaga adat Suku Pagu.
Karena itu, ia berharap Kesultanan Ternate dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penunjukan Yunus Gece sebagai Plt Sangaji Pagu agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kesultanan Ternate maupun Yunus Gece terkait dasar penunjukan tersebut dan tanggapan atas keberatan yang disampaikan pengurus Suku Pagu.(red).



