BREAKING NEWS


Pemkot Ternate dan Pemkab Halsel Gandeng Harita Nickel Perkuat Pengelolaan Sampah

TERNATE, sibermalut.com – Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, memperkuat pelayanan kebersihan melalui penambahan armada pengangkut sampah dan pengembangan sistem pengelolaan berbasis masyarakat bersama Harita Nickel. (2/10/2026). 

Di Kota Ternate, Harita Nickel melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menyerahkan bantuan satu unit truk pengangkut sampah kepada pemerintah kota. Armada tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada November 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Mohamad, menyambut positif dukungan tersebut. Menurutnya, penambahan armada menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan pengangkutan sampah di tengah tingginya aktivitas perkotaan.

“Persoalan persampahan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya tambahan armada ini, kami berharap kemampuan pelayanan pengangkutan sampah di Kota Ternate dapat semakin ditingkatkan, terutama di wilayah yang membutuhkan pelayanan lebih optimal,” jelas Musli.

Sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di Maluku Utara, Kota Ternate menghadapi tantangan peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Untuk mengoptimalkan pelayanan, DLH Kota Ternate menyiapkan skema operasional baru melalui pemetaan ulang rute dan jadwal penjemputan sampah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi durasi penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS).

Pemkot Ternate juga telah menjalankan uji coba pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di lima kelurahan sejak April 2026. Penambahan armada diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program tersebut.

Selain di Ternate, Harita Nickel menyerahkan bantuan armada pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Saat ini, armada tersebut masih dalam proses perakitan dan penyelesaian administrasi sebelum dioperasikan.

Kepala DLH Halmahera Selatan, Samsu Abubakar, mengatakan bantuan tersebut akan mendukung efektivitas pelayanan kebersihan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Labuha dan sekitarnya.

“Bantuan ini sangat membantu operasional kami dalam proses menjaga kebersihan di Halmahera Selatan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan, baik sekarang maupun ke depannya, karena menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Samsu.

Kedua pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ketersediaan armada dan sarana pendukung perlu diimbangi dengan keterlibatan warga agar penanganan sampah dapat berjalan optimal.

Upaya pengelolaan sampah juga dilakukan di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Pemerintah Desa Kawasi menandatangani draf Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Sampah Terpadu pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Perdes tersebut disiapkan untuk memperkuat keberlanjutan Program Kawasi Berseri atau Bersih, Sehat, dan Mandiri, yang merupakan inisiatif kolaborasi antara Pemerintah Desa Kawasi dan Harita Nickel sejak 2023.

Pertumbuhan penduduk, termasuk masuknya warga dari luar daerah seiring berkembangnya aktivitas industri di Pulau Obi, menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah di Desa Kawasi.

Melalui program tersebut, pengangkutan sampah harian dilakukan dengan mengerahkan armada yang melayani kawasan permukiman baru maupun permukiman lama. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang berada tidak jauh dari permukiman baru Desa Kawasi.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir, mengatakan penyusunan Perdes bertujuan menjawab tantangan peningkatan volume dan jenis sampah di desa tersebut.

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dibangun sebagai sistem yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Karena itu, keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diperlukan untuk mendukung pelaksanaannya.

Sementara itu, Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan draf Perdes tersebut menjadi langkah untuk memperkuat fondasi pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Hadirnya Perdes Pengelolaan Sampah diharapkan semakin memperkuat fondasi Program Kawasi Berseri sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Kawasi. Kolaborasi antara masyarakat, Pemdes Kawasi, BUMDes, kelompok pengelola sampah dan Harita Nickel menjadi modal penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Penguatan sarana pengangkutan di Ternate dan Halmahera Selatan serta penyusunan aturan pengelolaan sampah di Kawasi menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam menghadapi peningkatan volume sampah. Selain dukungan infrastruktur, partisipasi masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (min)
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT