Kebakaran Nyaris Lahap PLTD Malifut, Warga, Damkar dan NHM Turun Tangan
Font Terkecil
Font Terbesar
HALMAHERA UTARA,sibermalut.com — Kebakaran yang terjadi di area luar Kompleks UPTD Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), nyaris mengancam aset vital pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), Kamis (8/10/2026) siang.
Beruntung, respons cepat Polsek Malifut bersama warga, Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Halut dan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berhasil melokalisasi dan memadamkan kobaran api sebelum menjalar ke mesin utama pembangkit listrik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.47 WIT setelah pihak PLN melaporkan adanya kebakaran kepada Polsek Malifut.
Kapolsek Malifut IPDA Ricky Richardo Indo Ratu bersama personel kemudian langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian sekitar pukul 11.52 WIT, polisi bersama warga melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area mesin PLTD yang berada di dalam kompleks.
Di tengah proses pemadaman, Polsek Malifut berkoordinasi dengan Damkar Pemkab Halut yang saat itu berada di Kecamatan Kao. Bantuan juga diminta dari PT NHM.
Sekitar pukul 12.10 WIT, satu unit mobil Damkar Pemkab Halut tiba di lokasi. Bantuan kemudian diperkuat satu unit mobil Damkar dan tiga unit mobil LV milik PT NHM.
Tim gabungan langsung melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya bara api susulan.
Berdasarkan keterangan saksi, operator pembangkit Abdu Rafiq D. Karim (46) dan petugas Yantek PLN Lafesio Asharialinggi (25), api pertama kali terlihat dari balik tembok pagar pembatas UPTD Malifut.
Api diduga merambat melalui rumput liar yang kering hingga melompati pagar dan masuk ke area kompleks. Kobaran api kemudian membakar tumpukan limbah solar yang berada di area terbuka.
Kapolsek Malifut memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mesin dan komponen utama pembangkit listrik juga berhasil diselamatkan sehingga tidak terjadi kerusakan besar pada aset vital tersebut.
Kebakaran hanya menghanguskan rumput kering dan sisa limbah solar di area terbuka. Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran, seluruh titik api dinyatakan padam total sekitar pukul 14.30 WIT.
Meski kondisi lokasi telah aman dan kondusif, Polsek Malifut masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Polisi juga mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan setelah muncul informasi bahwa rumput kering diduga sengaja dirangkai untuk memicu api oleh orang tak dikenal (OTK).
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara bukti-bukti di sekitar lokasi terus dikumpulkan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut. (dic)



