BREAKING NEWS


Sinergi Pemprov Malut, Warga dan Harita Nickel Bangun Empat Jembatan di Pulau Obi

SOFIFI, sibermalut.com — Empat jembatan penghubung di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, resmi diresmikan. Infrastruktur yang dibangun melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel tersebut ditujukan untuk memperkuat akses mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. (29/9/2026). 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta pihak Harita Nickel.

Empat jembatan tersebut terdiri atas Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama petani dan nelayan, untuk mendukung mobilisasi dan pemasaran hasil produksi.

“Pembangunan di Maluku Utara belum sepenuhnya inklusif. Salah satu kendala utamanya adalah masalah konektivitas, karena masih banyak wilayah yang belum terhubung oleh fasilitas jalan dan jembatan yang layak,” ujar Sherly.

Menurut Sherly, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan sehingga dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly juga menyebut Harita Nickel sebagai salah satu mitra strategis Pemprov Maluku Utara.

“Harita Nickel merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Terima kasih atas kerja sama baik yang telah membuka lapangan kerja di daerah ini. Hari ini juga kita menandatangani prasasti (peresmian empat jembatan di Pulau Obi),” katanya.

Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy mengatakan pembangunan masyarakat menjadi bagian penting dari program perusahaan di Maluku Utara.

“Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah tempat kami tumbuh dan membangun masa depan bersama. Indikator keberhasilan keberlanjutan kami bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana kemajuan ini mampu mendekatkan pelayanan, membuka kesempatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Roy.

Di Desa Gambaru, salah satu jembatan yang telah dibangun adalah Jembatan Merah Putih Sungai Doko. Jembatan tersebut memiliki panjang 25 meter dan lebar 4 meter serta menjadi akses warga menuju area pertanian dan kawasan industri.

Kepala Desa Gambaru Nasrudin M. Kasuba mengatakan pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa dengan Harita Nickel melalui program PPM.

“Jembatan ini menjadi akses layanan dasar bagi masyarakat. Dengan jalur yang lebih layak, distribusi hasil bumi, komoditas lokal, dan logistik harian menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Nasrudin.

Warga Gambaru, Nursia Drakel, mengatakan akses menuju kebun kini lebih mudah dan aman. Warga juga dapat membawa hasil kebun maupun berjualan makanan ke kawasan perusahaan dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Sementara itu, warga lainnya, Siti Hawa Cawali, menyebut keberadaan jembatan di wilayah Doko, Dial, dan Rijang memudahkan masyarakat menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda tiga menuju area pertanian dan lokasi aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya empat jembatan tersebut, akses yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. (min)

Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT