Safri Kamaria: Penyuluh Agama Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Konflik Keagamaan
Font Terkecil
Font Terbesar
SOFIFI, sibermalut.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun (EWS SiRukun) berbasis aplikasi web yang diikuti 400 penyuluh agama dan penghulu dari seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui webinar tersebut dibagi dalam lima zona, dengan masing-masing zona terdiri atas dua Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. (3/8/2026)
Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Maluku Utara, Safri Kamaria, mengatakan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sebelumnya diselenggarakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI.
Menurut Chapy sapaan akrap Safri Kamaria, penguatan kapasitas penyuluh agama dan penghulu menjadi penting karena mereka merupakan ujung tombak dalam mendeteksi potensi konflik sosial berdimensi keagamaan di tengah masyarakat.
"Para penyuluh agama dan penghulu merupakan mata dan telinga Kementerian Agama yang bertugas memantau dinamika sosial masyarakat serta melaporkan secara berjenjang apabila terdapat peristiwa yang berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama," kata Chapy.
Ia menjelaskan, bimtek difokuskan pada penguatan pemahaman teknis tata kelola aplikasi EWS SiRukun berbasis web agar peserta mampu mengidentifikasi potensi konflik sejak dini serta menyampaikan laporan insiden secara cepat, tepat, dan akurat melalui sistem yang telah disediakan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, KH Amar Manaf, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di seluruh wilayah Maluku Utara.
Menurut Amar Manaf, setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat terus mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati di tengah keberagaman.
Ia juga menilai perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan dalam menjaga kerukunan. Di satu sisi, teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain dapat memicu persoalan sosial apabila tidak dimanfaatkan secara bijaksana.
Karena itu, Amar Manaf mengapresiasi pelaksanaan Bimtek EWS SiRukun dan meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan tersebut secara serius agar memiliki kemampuan melakukan deteksi dini, menyusun laporan, serta melakukan mitigasi terhadap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan di wilayah kerja masing-masing. (dic)



