BREAKING NEWS


Kerangka Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan Tobelo Selatan, Evakuasi Terkendala Medan Berat

HALMAHERA UTARA, sibermalut.com – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas menggegerkan warga Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara. Korban ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di kawasan hutan perbatasan Desa Efi-Efi dan Desa Gamhoku, sekitar 15 kilometer dari permukiman warga.(3/8/2026). 

Informasi penemuan tersebut diterima personel Polsek Tobelo Selatan pada Sabtu malam (1/8). Polisi kemudian melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dengan memeriksa empat warga Desa Efi-Efi yang pertama kali menemukan jasad tersebut saat berburu di dalam hutan.

Berdasarkan keterangan para saksi, penemuan itu bermula pada Kamis (30/7). Empat petani, yakni Berce Tjodi, Mihel Baru, Nahor Massa, dan David Massa, berangkat berburu hewan liar ke kawasan hutan.

Setelah berjalan sekitar 15 kilometer dari Desa Efi-Efi, Berce yang berada di barisan depan melihat sesosok tubuh tergeletak di rerumputan. Saat didekati, korban sudah dalam kondisi tinggal tulang belulang.

Para saksi kemudian memeriksa dari jarak dekat. Mereka melihat korban diduga berjenis kelamin laki-laki. Tulang-belulang korban masih dibalut pakaian berupa kaus berwarna kuning yang dilapisi jaket kain merah dengan lis hitam di bagian lengan, serta celana jeans yang telah robek.

Di sekitar lokasi juga ditemukan sepasang sepatu berwarna biru dengan tali putih dan sebuah tas plastik merah yang diduga milik korban. Para saksi menyebut bagian kepala korban telah terpisah dari badan karena jasad telah mengalami pembusukan lanjut hingga hanya menyisakan kerangka.

Karena hari mulai gelap dan lokasi berada jauh di dalam hutan dengan akses yang sulit, para saksi memutuskan bermalam di kawasan Gunung Mede sebelum kembali ke Desa Efi-Efi pada Jumat (31/7)

Setibanya di kampung, para saksi yang kelelahan langsung beristirahat. Informasi mengenai penemuan mayat tersebut baru disampaikan kepada personel Polsek Tobelo Selatan, Aipda Ais Tukuru, pada Sabtu (1/8) 

Menindaklanjuti laporan itu, Polsek Tobelo Selatan langsung menerima laporan, melakukan pulbaket, serta berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Halmahera Utara untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, proses evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam itu. Lokasi penemuan berada sekitar 15 kilometer dari permukiman dengan akses yang hanya bisa ditempuh berjalan kaki, ditambah minimnya penerangan di kawasan hutan.

Karena itu, berdasarkan hasil koordinasi antara Polsek Tobelo Selatan, Satreskrim Polres Halmahera Utara, dan para saksi, proses evakuasi serta identifikasi korban dijadwalkan dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026).

Hingga kini, identitas korban maupun penyebab kematiannya masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil proses identifikasi dari rumah sakit untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban. (Min). 
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT