BREAKING NEWS


Bentrok Dua Desa di Halmahera Utara Dipicu Aksi Pemukulan, Polisi Amankan Senjata dan Sejumlah Warga

Halmahera Utara,sibermalut.com – Bentrokan antarwarga pecah di Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara,  (1/4/2026). Kericuhan diduga dipicu aksi pemukulan terhadap seorang pemuda asal Desa Kira oleh oknum warga Desa Duma.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.21 WIT, saat aparat Polsek Galela menerima laporan adanya penganiayaan terhadap korban bernama Naufal Bajak, warga Desa Kira. Tak lama berselang, personel kepolisian turun ke lokasi kejadian.

Namun, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 21.27 WIT, situasi sudah memanas. Massa dari kedua desa terlibat saling serang menggunakan batu, bom rakitan, hingga senapan angin.

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIT. Saat itu korban melintas di Desa Duma dalam perjalanan menuju Desa Gotalamo untuk memangkas rambut. Namun karena tempat pangkas tutup, korban kembali pulang.

Di tengah perjalanan, korban berpapasan dengan sekelompok pemuda. Salah satu pelaku yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba memukul korban menggunakan ban bekas hingga mengenai wajah. Korban kemudian melarikan diri, namun sempat dilempari batu hingga mengalami luka di bagian punggung.

Setelah tiba di Desa Kira, korban melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga setempat. Hal ini memicu konsentrasi massa yang berujung aksi saling serang sekitar pukul 20.30 WIT.

Aparat gabungan TNI-Polri kemudian dikerahkan untuk meredam situasi. Pada pukul 23.05 WIT, satu pleton Sabhara yang dipimpin IPTU Rujiono Tjuluku tiba di lokasi, disusul satu pleton Brimob Kompi C Kupa-Kupa pada pukul 23.40 WIT.

Pembubaran massa akhirnya dilakukan secara bertahap, termasuk dengan kedatangan personel TNI. Sekitar pukul 00.10 WIT, Kabag Ops Polres Halut AKP Yulianus Ballanga memimpin langsung upaya pembubaran warga.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson P kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 00.50 WIT dan langsung memimpin apel serta memerintahkan penyisiran di kedua desa.

Dalam penyisiran tersebut, aparat mengamankan dua warga Desa Kira yang kedapatan membawa senjata tajam jenis parang. Selain itu, seorang remaja juga diamankan karena membawa katapel.

Polisi juga mengungkap penggunaan airsoftgun dalam bentrokan tersebut. Seorang pelajar berinisial SM (16) diamankan karena diduga menggunakan senjata tersebut, yang diketahui milik seorang anggota TNI berinisial Pratu DHM.

Dari tangan pelaku, petugas menyita satu unit airsoftgun jenis Glock 19 kaliber 6 mm, 110 butir amunisi, serta lima tabung gas CO2.

Tak hanya itu, aparat juga melakukan penggeledahan di sejumlah rumah warga di kedua desa dan menyita berbagai barang bukti, antara lain senapan angin, komponen senjata, serta minuman keras tradisional jenis cap tikus.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.

“Terima kasih atas kesigapan anggota dalam menjaga keamanan sehingga situasi dapat kembali kondusif,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan peningkatan patroli, khususnya pada malam hari, guna mengantisipasi potensi konflik susulan.

Polisi menyebut, aksi pemukulan yang memicu bentrokan diduga merupakan bagian dari rangkaian aksi balas dendam atas insiden sebelumnya.

Saat ini, situasi di perbatasan Desa Kira dan Desa Duma dilaporkan telah berangsur kondusif. Meski demikian, aparat gabungan masih disiagakan untuk menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku utama pemukulan serta pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut. (red). 

Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT