BREAKING NEWS


Saat Hujan Datang ke Pulau Obi, Pengendalian Limpasan Jadi Fokus Tambang Nikel

Halmahera Selatan,sibermalut.com – Tingginya curah hujan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, membuat pengelolaan aliran air menjadi tantangan penting dalam aktivitas pertambangan. Dalam kondisi geografis tropis dengan wilayah operasional yang berbatasan langsung dengan perairan pesisir, pengendalian limpasan dinilai menjadi bagian krusial untuk menjaga kualitas lingkungan. (13/5/2026). 

Di kawasan operasional Harita Nickel, sedikitnya 52 kolam sedimentasi dibangun untuk menahan aliran air hujan sebelum dialirkan kembali ke lingkungan. Salah satu yang terbesar adalah kolam Tuguraci 2 dengan luas sekitar 43 hektar dan kapasitas mencapai 924.000 meter kubik.

Tim Observasi Perkumpulan Telapak yang meninjau kawasan tersebut melihat aliran air dari area tambang terlebih dahulu masuk ke kolam penampungan sebelum menjalani proses pengolahan lanjutan. Sedimen yang mengendap di dasar kolam juga dikeruk secara berkala untuk dimanfaatkan kembali dalam kegiatan reklamasi lahan bekas tambang.

“Kolam ini sangat efektif menangkap aliran air di area perusahaan,” ujar anggota Tim Observasi Perkumpulan Telapak, Dickson Aritonang, Selasa (12/5/2026).

Selain kolam sedimentasi, pengelola kawasan tambang juga menerapkan instalasi pengolahan air limbah menggunakan teknologi koagulan dan flokulan untuk mengurangi partikel tersuspensi sebelum air dilepas ke lingkungan.

Lumpur hasil pengolahan dimanfaatkan kembali sebagai media tanam reklamasi. Sementara itu, zona penyangga vegetasi dan teknologi aerasi diterapkan guna menjaga kadar oksigen dan sirkulasi air di sekitar kawasan.

Dickson menilai pengelolaan sedimentasi di kawasan tambang masih dapat diperkuat melalui pendekatan vegetatif, seperti penanaman pohon berakar kuat di sekitar kolam penampungan.

“Penanaman vegetasi penting untuk membantu memperkuat struktur tanah sekaligus menjadi filter alami,” katanya.

Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Sonny Abfertiawan, mengatakan pengelolaan lingkungan di wilayah tropis basah seperti Pulau Obi membutuhkan sistem yang mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang dinamis.

“Harita Nickel adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan prinsip good mining practice dengan serius, meski penerapan di lapangan akan selalu menghadapi tantangan karena kondisi alam yang dinamis,” ujar Sonny.

Menurut dia, Pulau Obi memiliki sumber air penting seperti Sungai Akelamo dan Danau Karo yang kualitasnya perlu dijaga karena memiliki manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan bahwa tingginya intensitas hujan dan perubahan cuaca ekstrem membuat sistem pengendalian limpasan harus dirancang secara adaptif agar tetap memenuhi standar baku mutu lingkungan.

Diketahui, curah hujan di Pulau Obi pada 2022 tercatat mencapai sekitar 4.600 milimeter per tahun. Kondisi itu membuat potensi aliran sedimen menuju badan air meningkat apabila tidak dikelola dengan baik.

Dalam konsep planetary boundaries yang diperkenalkan ilmuwan sistem bumi Will Steffen bersama Stockholm Resilience Centre, kualitas air dan stabilitas ekosistem perairan menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas manusia tetap berada dalam batas aman lingkungan.

Di tengah perubahan cuaca dan karakter wilayah pesisir yang sensitif, kemampuan sistem pengendalian limpasan untuk terus beradaptasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan tambang Pulau Obi. (red) 
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT