BREAKING NEWS


Polres Halut Gelar Apel Operasi Aman Nusa I 2026, Antisipasi Konflik Sosial

Halmahera Utara, sibermalut.com – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di halaman Mapolres Halut, Jalan Ir Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Senin (7/4/2026).

Apel tersebut dipimpin Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua selaku inspektur upacara, dan diikuti unsur TNI-Polri serta instansi terkait. Kegiatan ini mengusung tema peningkatan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi konflik sosial guna mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Maluku Utara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Halut Kasman Hi Ahmad, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Kajari Halut Bambang Sunoto, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo R Muhammad Syakrani, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam amanat Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono yang dibacakan Bupati, disebutkan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk kesiapan menghadapi potensi konflik sosial di wilayah Maluku Utara.

“Apel ini menjadi sarana memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta keterpaduan antarinstansi dalam menghadapi dinamika kamtibmas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Maluku Utara memiliki keragaman suku, agama, dan budaya yang menjadi kekuatan sekaligus potensi kerawanan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, diperlukan sinergi dan kewaspadaan semua pihak untuk mencegah konflik sosial.

Sejumlah potensi konflik yang perlu diantisipasi antara lain konflik antarkelompok masyarakat, sengketa lahan, isu SARA, hingga penyebaran hoaks yang dapat memicu perpecahan.

“Penanganan konflik harus dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terpadu,” tegasnya.

Operasi Aman Nusa I 2026 merupakan operasi kontinjensi yang mengedepankan sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seluruh personel diminta tetap menjunjung profesionalitas, proporsionalitas, dan hak asasi manusia.

Kapolda melalui amanatnya juga menekankan pentingnya deteksi dini, langkah preemtif dan preventif, serta menjaga netralitas dalam setiap dinamika yang berkembang di masyarakat.

“Keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan kekuatan personel, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Karena itu, bangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat,” katanya.

Apel diikuti personel gabungan yang terdiri dari TNI, Brimob, Samapta, Polairud, Lantas, Reskrim, hingga Satpol PP. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan laporan komandan apel.

Melalui operasi ini, diharapkan tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah Halmahera Utara, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan masyarakat merasa terlindungi. (red) 

Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by malut
ADVERTISEMENT